Kota Suci Madinah al-Munawwarah merupakan kota yang memancarkan ketenangan, kesejukan batin, serta cahaya peradaban Islam yang dibangun langsung oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.
Menjejakkan kaki di kota yang mulia ini bukan sekadar agenda wisata sejarah, melainkan perjalanan ziarah spiritual yang penuh penghormatan, adab, dan luapan rindu kepada manusia paling mulia di muka bumi. Ketika seorang muslim berada di Madinah, detak jantung dan gerak langkahnya diikat oleh aturan etika kesantunan yang tinggi.
Di kota inilah jemaah berkesempatan mendirikan salat di Masjid Nabawi yang pahalanya dilipatgandakan seribu kali lipat, bersujud di Raudhah Asy-Syarifah yang merupakan taman di antara taman-taman surga, serta mengucapkan salam penghormatan secara langsung di hadapan makam Rasulullah SAW beserta dua sahabat agungnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.
Oleh karena itu, memahami tata krama, adab-adab sunnah, serta tata cara perizinan resmi masuk ke Raudhah melalui sistem digital terpadu adalah bekal paling utama agar ziarah Anda di Kota Nabi bernilai sempurna dan diterima di sisi Allah SWT.
Ringkasan Artikel: Panduan komprehensif edukasi syariat dan adab ziarah ini mengulas secara mendalam etika dan tata cara berziarah di Kota Madinah, Masjid Nabawi, Raudhah, dan Makam Rasulullah SAW. Kita akan membedah keutamaan fadhilah Kota Madinah, adab masuk dan salat di Masjid Nabawi, panduan resmi reservasi izin masuk (tasreh) Raudhah melalui aplikasi digital Nusuk, lafal salam yang shahih saat melewati makam Nabi dan para sahabat, etika ziarah ke Pemakaman Baqi dan Masjid Quba, hingga komitmen pendampingan muthawwif berpengalaman dari PT Sahabat Dua Arah.
Keutamaan dan Kehormatan Kota Suci Madinah
Madinah adalah tanah haram (kawasan suci) kedua yang disucikan langsung oleh doa Rasulullah SAW sebagaimana Makkah disucikan oleh doa Nabi Ibrahim AS. Di tanah penuh berkah ini, setiap jemaah dituntut untuk menundukkan hawa nafsu, menjaga tutur kata, tidak meninggikan suara, serta menjauhi segala perbuatan maksiat dan pertikaian.
Rasulullah SAW bersabda mengenai keistimewaan beribadah di Masjid Nabawi dalam hadis shahih riwayat Bukhari dan Muslim bahwa satu kali salat di masjid beliau ini lebih utama daripada seribu kali salat di masjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram Makkah. Setiap hembusan udara di Madinah mengajarkan kerendahan hati dan ketundukan jiwa.
Adab Memasuki dan Beribadah di Masjid Nabawi
Sebelum melangkah masuk ke dalam area salat Masjid Nabawi, jemaah disunnahkan untuk menerapkan adab-adab kebersihan dan kesopanan berikut:
- Menjaga Kebersihan Diri dan Mengenakan Wewangian: Mandi sunnah, bersiwak atau menyikat gigi, memotong kuku, mengenakan pakaian muslim yang bersih dan rapi, serta memakai wewangian (bagi pria). Bagi wanita disunnahkan berbusana syar'i longgar tanpa aroma parfum yang menyengat.
- Mendahulukan Kaki Kanan dan Membaca Doa Masuk Masjid: Melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu seraya membaca basmalah, selawat atas Nabi, dan melafalkan doa masuk masjid: Allahummaftahli abwaba rahmatika (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).
- Mendirikan Salat Tahiyyatul Masjid: Apabila belum dikumandangkan iqamah salat fardhu, tunaikan salat sunnah dua rakaat sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid sebelum duduk.
- Merendahkan Suara dan Menjauhi Kegaduhan: Sangat dilarang berbicara keras, tertawa berlebihan, memutar audio gawai dengan volume tinggi, atau berlari-lari di dalam area masjid untuk menjaga keagungan dan ketenangan tempat ibadah.
Panduan Masuk dan Beribadah di Raudhah Asy-Syarifah
Raudhah adalah area mulia seluas kurang lebih 330 meter persegi yang membentang di antara mimbar dan kediaman (makam) Rasulullah SAW di dalam Masjid Nabawi. Area ini ditandai secara khusus dengan bentangan karpet bermotif hijau cerah (berbeda dari karpet masjid lainnya yang berwarna merah tua).
Rasulullah SAW menegaskan dalam sabdanya bahwa tempat di antara rumah dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga (Raudhah min Riyadhil Jannah). Berdoa dan bersujud di tempat ini memiliki keutamaan mustajab yang sangat istimewa.
1. Regulasi Reservasi Izin Masuk (Tasreh) Melalui Aplikasi Nusuk
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan sistem reservasi digital wajib untuk memasuki Raudhah guna memastikan keteraturan, kenyamanan, dan keselamatan jutaan jemaah. Setiap jemaah wajib memiliki jadwal izin masuk resmi (tasreh) yang terbit melalui platform aplikasi Nusuk:
- Registrasi Akun di Aplikasi Nusuk: Unduh aplikasi Nusuk di ponsel pintar, buat akun dengan memasukkan nomor paspor, nomor visa umroh aktif, tanggal lahir, dan alamat email.
- Pilih Layanan Praying in the Noble Rawdah: Tentukan kategori jemaah (pria atau wanita) dan pilih slot tanggal serta jam kunjungan yang masih tersedia.
- Menyimpan Bukti Barcode Izin Masuk: Setelah jadwal terkonfirmasi, simpan tangkapan layar kode QR izin masuk untuk dipindai oleh petugas keamanan (Asykar) di pintu gerbang antrean.
- Kolektif Bersama Tim SADAR Travel: Bagi jemaah PT Sahabat Dua Arah, seluruh pengurusan tasreh Raudhah kolektif ini dikordinasikan dan didampingi langsung oleh manajemen muthawwif agar jemaah dapat masuk secara bersamaan dengan tertib.
2. Adab dan Amalan Utama Saat Berada di Raudhah
Mengingat waktu kunjungan di dalam Raudhah diatur secara bergantian oleh petugas, jemaah disarankan memanfaatkan setiap detik dengan amalan yang berbobot:
- Salat Sunnah Dua Rakaat: Tunaikan salat sunnah mutlak atau salat taubat dengan tenang dan khusyuk tanpa terburu-buru.
- Memperbanyak Selawat dan Istighfar: Basahi lisan dengan selawat Ibrahimiyyah dan istighfar memohon ampunan dosa.
- Memanjatkan Doa-Doa Terbaik: Panjatkan doa untuk kebaikan diri sendiri, kedua orang tua, keluarga besar, serta titipan doa dari kerabat di tanah air.
- Tenggang Rasa terhadap Sesama Muslim: Setelah menyelesaikan salat dan doa secukupnya, segera berikan ruang bagi jemaah lain yang sedang mengantre di belakang Anda tanpa perlu berdesak-desakan atau mengganggu orang lain yang sedang bersujud.
Tata Cara dan Lafal Salam di Hadapan Makam Rasulullah SAW
Setelah menuntaskan ibadah di Raudhah atau melalui jalur lorong khusus ziarah makam, jemaah akan melangkah perlahan menuju area makam mulia Nabi Muhammad SAW dan dua sahabatnya yang berdampingan di bawah Kubah Hijau (Green Dome).
Berikut adalah urutan adab dan lafal salam yang dicontohkan para ulama salaf:
1. Salam di Hadapan Makam Rasulullah SAW
Berhentilah sejenak tepat di depan dinding makam Nabi (ditandai dengan lingkaran pualam pertama), hadapkan wajah ke arah makam dengan penuh rasa hormat, tundukkan pandangan, dan ucapkan salam dengan suara yang lembut dan santun:
"Assalamu'alaika ya Rasulallah, wa rahmatullahi wa barakatuh. Asyhadu annaka qad ballaghtar risalah, wa addaital amanah, wa nashahtal ummah, wa jahadta fillahi haqqa jihadih."
(Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepadamu wahai Rasulullah. Aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasihati umat, dan berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad).
2. Salam di Hadapan Makam Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA
Geser langkah ke sebelah kanan sejauh satu langkah, lalu ucapkan salam kepada sahabat terdekat Nabi dan khalifah pertama umat Islam:
"Assalamu'alaika ya Aba Bakrinish Shiddiq, khalifata Rasulillah, wa jazakallahu 'an ummati Muhammadin khaira."
(Semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Abu Bakar Ash-Shiddiq, khalifah Rasulullah. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang melimpah atas jasamu bagi umat Muhammad).
3. Salam di Hadapan Makam Khalifah Umar bin Khattab RA
Geser langkah kembali ke sebelah kanan sejauh satu langkah, lalu ucapkan salam kepada Amirul Mukminin kedua:
"Assalamu'alaika ya 'Umaral Faruq, amiral mukminin, wa jazakallahu 'an ummati Muhammadin khaira."
(Semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Umar Al-Faruq, pemimpin kaum mukminin. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang melimpah atas jasamu bagi umat Muhammad).
Setelah mengucap salam, jemaah dianjurkan untuk terus berjalan keluar melalui pintu Babus Salam atau Baqi tanpa berhenti berkerumun, tidak mengusap-usap atau mencium jeruji makam, serta tidak membelakangi kiblat saat hendak memanjatkan doa pribadi kepada Allah SWT.
Ziarah Bersejarah di Sekitar Kota Madinah
Selain Masjid Nabawi, jemaah disunnahkan untuk memperluas ziarah edukasi ke beberapa situs bersejarah penting di Madinah:
- Pemakaman Baqi' (Jannatul Baqi): Berlokasi tepat di sebelah timur Masjid Nabawi. Tempat bersemayamnya ribuan sahabat mulia, para istri Nabi (Ummahatul Mukminin), dan keluarga ahlul bait. Jemaah pria disunnahkan berziarah untuk mengingat kematian dan mendoakan keselamatan bagi para ahli kubur.
- Masjid Quba: Masjid pertama yang didirikan oleh Rasulullah SAW saat peristiwa hijrah. Berdasarkan sabda Nabi riwayat Tirmidzi, siapa yang bersuci (berwudhu) dari rumah atau hotelnya lalu mendatangi Masjid Quba dan menunaikan salat dua rakaat di dalamnya, maka pahalanya setara dengan menunaikan satu kali ibadah umroh.
- Jabal Uhud dan Makam Syuhada Uhud: Mengenang perjuangan heroik kaum muslimin dalam Perang Uhud serta berziarah ke makam paman Nabi, Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib RA beserta 70 syuhada perang Uhud lainnya.
- Masjid Qiblatain dan Masjid Sab'ah (Khandaq): Mengambil pelajaran sejarah tentang peristiwa peralihan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Ka'bah serta strategi parit pertahanan umat Islam dalam Perang Ahzab.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah jemaah wanita boleh berziarah ke makam Rasulullah SAW?
Jemaah wanita dapat mengunjungi dan beribadah di Raudhah Asy-Syarifah pada jadwal waktu khusus wanita yang telah diatur oleh pengelola masjid. Mengirimkan salam kepada Rasulullah SAW dapat dilakukan dari area saf wanita atau saat berada di dalam Raudhah dengan tertib tanpa berdesak-desakan.
Bagaimana jika slot izin masuk Raudhah di aplikasi Nusuk habis?
Slot izin masuk Raudhah diperbarui secara berkala oleh otoritas Saudi (biasanya setiap hari Jumat atau secara dinamis harian).
Bolehkah menitipkan salam untuk Rasulullah SAW melalui orang yang berangkat ke Madinah?
Boleh. Para ulama sepakat bahwa menyampaikan titipan salam dari kerabat di tanah air saat kita berdiri di depan makam Rasulullah SAW adalah amalan yang baik dengan mengucapkan: Assalamu'alaika ya Rasulallah min fulan bin fulan (Salam keselamatan untukmu wahai Rasulullah dari si Fulan).
Kesimpulan dan Komitmen SADAR Group
Ziarah ke Kota Suci Madinah al-Munawwarah adalah perjalanan menyucikan sanubari yang menuntut kehalusan adab, kepatuhan syariat, dan ketulusan cinta kepada Rasulullah SAW. Menginjakkan kaki di Masjid Nabawi, bersimpuh khusyuk di haribaan Raudhah, dan menyapa sang teladan agung di pusaranya merupakan karunia terindah yang harus dijaga dengan penghormatan terbaik. Sebagai biro penyelenggara perjalanan ibadah yang amanah, PT Sahabat Dua Arah (SADAR Group) berkomitmen menghadirkan pengalaman ziarah Madinah yang terfasilitasi secara prima, didukung oleh akomodasi hotel berbintang di pelataran utama Masjid Nabawi, panduan resmi reservasi tasreh Raudhah yang terorganisasi, serta bimbingan muthawwif berkompetensi keilmuan tinggi yang siap membimbing ziarah Anda secara khidmat, mendalam, dan penuh keberkahan.

