Sebelum berangkat umroh, ada satu persiapan sederhana yang sering membuat calon jamaah bertanya-tanya: berapa banyak uang Riyal yang perlu dibawa, pecahan apa yang paling praktis, dan apakah semua transaksi selama di Arab Saudi harus menggunakan uang tunai? Pertanyaan ini penting karena jamaah mungkin perlu membeli makanan tambahan, minuman, perlengkapan pribadi, oleh-oleh, atau memenuhi kebutuhan lain di luar fasilitas paket perjalanan.


Ringkasan artikel: Riyal Saudi (SAR) merupakan mata uang resmi Arab Saudi dan 1 Riyal terbagi menjadi 100 halala. Untuk kebutuhan sehari-hari selama umroh, uang pecahan kecil seperti 5, 10, dan 50 Riyal praktis digunakan, sedangkan pecahan 100 Riyal dapat disiapkan untuk transaksi yang lebih besar. Jumlah uang yang perlu dibawa bergantung pada durasi perjalanan, fasilitas paket, kebiasaan belanja, dan kebutuhan pribadi. Jamaah juga dapat menggunakan kartu pembayaran yang diterima merchant, tetapi sebaiknya tetap membawa uang tunai secukupnya sebagai cadangan.


Informasi diperbarui pada 22 Oktober 2026. Ketersediaan pecahan uang, kurs penukaran, biaya transaksi, dan penerimaan metode pembayaran dapat berubah. Periksa kembali informasi sebelum keberangkatan.

Mengenal Mata Uang Riyal Arab Saudi

Mata uang resmi Arab Saudi adalah Saudi Riyal, yang biasanya disingkat SAR dan dilambangkan dengan ﷼. Mata uang ini digunakan untuk transaksi sehari-hari di Makkah, Madinah, Jeddah, dan berbagai wilayah lain di Arab Saudi.

Satu Riyal setara dengan 100 halala. Selain uang kertas, terdapat pula uang logam dengan beberapa pecahan. Informasi mengenai penerbitan dan karakteristik mata uang dapat dilihat melalui situs resmi Saudi Central Bank (SAMA).

Bagi jamaah asal Indonesia, memahami mata uang setempat akan membantu mengatur pengeluaran selama perjalanan. Harga makanan, minuman, transportasi tambahan, suvenir, dan kebutuhan pribadi biasanya ditampilkan dalam Riyal.

Karena itu, sebaiknya jamaah sudah mengenali simbol mata uang, nilai pecahan, dan cara menghitung pengeluaran sebelum tiba di Arab Saudi.

Apa Saja Pecahan Uang Riyal yang Perlu Dikenali?

Dalam praktiknya, jamaah dapat menjumpai uang kertas Riyal dengan pecahan 5, 10, 50, 100, dan 500 SAR. Pecahan 20 dan 200 SAR juga pernah diterbitkan dalam seri khusus atau peringatan. Uang logam mencakup pecahan Riyal dan halala, dengan ketersediaan yang dapat berbeda menurut seri dan peredaran.

Untuk kebutuhan harian, jamaah tidak harus membawa semua jenis pecahan. Lebih penting untuk memiliki kombinasi nominal yang memudahkan pembayaran dan mengurangi ketergantungan pada uang kertas bernilai besar.

Pecahan 5 Riyal biasa digunakan untuk transaksi bernilai kecil, apabila harga dan kembalian sesuai. 10 Riyal untuk membayar minuman, makanan ringan, atau kebutuhan kecil lainnya. lalu 50 Riyal bisa digunkan untuk pembayaran kebutuhan harian dengan nilai sedang. Sedangkan 100 Riyal untuk transaksi yang lebih besar, bergantung pada harga barang atau layanan. Untuk 500 Riyal persiapkan untuk transaksi bernilai besar; kurang praktis jika digunakan untuk pembelian kecil tanpa kembalian yang cukup.


*Contoh penggunaan tersebut hanya panduan praktis, bukan batas harga resmi. Harga barang dan layanan berbeda menurut lokasi, toko, waktu, dan jenis produk.

Mengapa Pecahan Kecil Lebih Praktis untuk Jamaah Umroh?

Pecahan kecil membantu jamaah membayar kebutuhan sehari-hari tanpa selalu mengandalkan uang kertas bernilai besar.

Bayangkan ketika jamaah ingin membeli air minum atau makanan ringan di toko. Jika hanya memiliki pecahan besar, transaksi mungkin tetap bisa dilakukan, tetapi ketersediaan uang kembalian bergantung pada merchant.

Dengan menyiapkan beberapa lembar uang 5, 10, dan 50 Riyal, jamaah mempunyai pilihan pembayaran yang lebih fleksibel.

Pecahan kecil juga memudahkan pencatatan pengeluaran. Jamaah dapat memisahkan uang untuk kebutuhan harian dari uang cadangan sehingga lebih mudah mengetahui berapa banyak uang yang sudah digunakan.

Namun, tidak perlu menukar seluruh uang menjadi pecahan paling kecil. Simpan kombinasi yang seimbang agar dompet tidak terlalu penuh dan uang tetap mudah dikelola.

Berapa Riyal yang Sebaiknya Dibawa Saat Umroh?

Tidak ada satu nominal yang cocok untuk seluruh jamaah. Kebutuhan uang tunai dipengaruhi oleh durasi perjalanan, fasilitas paket umroh, kebiasaan belanja, kebutuhan keluarga, dan rencana membeli oleh-oleh.

Jamaah yang mengikuti paket dengan konsumsi, transportasi, dan akomodasi yang telah diatur mungkin membutuhkan uang pribadi lebih sedikit dibandingkan jamaah yang memiliki banyak kegiatan tambahan atau berencana berbelanja lebih banyak.

Sebelum menentukan jumlah uang, periksa terlebih dahulu rincian fasilitas yang tercantum dalam paket perjalanan.

1. Hitung kebutuhan yang belum ditanggung paket

Periksa apakah paket sudah mencakup makan, transportasi, air minum, perlengkapan, dan kebutuhan lain selama perjalanan. Jangan menghitung biaya yang sudah ditanggung paket sebagai pengeluaran pribadi jika memang tidak perlu membayarnya lagi.

Setelah itu, buat perkiraan untuk makanan tambahan, minuman, kebutuhan pribadi, suvenir, dan pengeluaran lain yang memang ingin dilakukan.

2. Sesuaikan dengan durasi perjalanan

Perjalanan yang lebih panjang dapat membutuhkan anggaran pribadi yang lebih besar. Namun, jumlah hari saja tidak cukup untuk menentukan nominal uang karena fasilitas setiap paket bisa berbeda.

Gunakan perkiraan pengeluaran harian pribadi sebagai dasar, lalu kalikan dengan jumlah hari perjalanan. Tambahkan dana cadangan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

3. Pisahkan uang belanja dan dana cadangan

Jangan menggunakan seluruh anggaran hanya untuk belanja oleh-oleh. Sisihkan sebagian dana untuk kebutuhan tidak terduga, misalnya membeli perlengkapan pribadi atau memenuhi kebutuhan yang belum tercakup dalam paket.

Jika membawa kartu pembayaran, tetap siapkan uang tunai secukupnya untuk kondisi ketika kartu tidak dapat digunakan.

4. Jangan membawa uang tunai berlebihan

Membawa uang tunai terlalu banyak dapat menambah risiko kehilangan atau pencurian. Pertimbangkan kebutuhan sebenarnya dan gunakan metode pembayaran alternatif apabila tersedia dan sesuai dengan kondisi Anda.

Tujuannya bukan membawa uang sebanyak mungkin, melainkan menyiapkan dana yang cukup, aman, dan mudah digunakan.

Contoh Susunan Pecahan Riyal untuk Mempermudah Transaksi

Misalnya, seseorang sudah menentukan anggaran uang tunai sebesar 300 Riyal. Jumlah ini hanya contoh untuk menjelaskan kombinasi pecahan, bukan rekomendasi nominal wajib bagi setiap jamaah.

Pecahan 100 Riyal 1 lembar, 50 Riyal 3 lembar, 10 Riyal 3 lembar, 5 Riyal 4 lembar 20, Total 11 lembar 300 Riyal

Susunan ini memberikan kombinasi pecahan besar dan kecil. Jamaah dapat mengubah komposisinya sesuai kebutuhan, termasuk menambah pecahan kecil jika lebih sering melakukan transaksi bernilai rendah.

Jika menukar uang di Indonesia, tanyakan kepada penyedia penukaran apakah pecahan yang diinginkan tersedia. Tidak semua tempat penukaran memiliki stok pecahan yang sama.

Apakah Semua Transaksi di Arab Saudi Harus Menggunakan Uang Tunai?

Tidak. Uang tunai bukan satu-satunya metode pembayaran yang tersedia di Arab Saudi.

Di banyak hotel, restoran, pusat perbelanjaan, dan merchant di kawasan perkotaan, kartu pembayaran dapat digunakan. Beberapa tempat juga menerima pembayaran nirsentuh atau dompet digital yang kompatibel.

Namun, penerimaan pembayaran bergantung pada merchant, jenis kartu, jaringan pembayaran, dan ketentuan bank penerbit. Karena itu, jamaah sebaiknya tidak menganggap semua tempat pasti menerima kartu Indonesia atau semua dompet digital.

Untuk informasi umum mengenai mata uang dan metode pembayaran, kunjungi portal resmi pariwisata Arab Saudi, Visit Saudi.

Kapan kartu pembayaran lebih praktis?

Kartu dapat menjadi pilihan ketika jamaah melakukan pembayaran dengan nominal lebih besar atau bertransaksi di merchant yang menerima kartu tersebut.

Sebelum berangkat, periksa apakah kartu debit atau kredit Anda dapat digunakan untuk transaksi internasional. Pastikan juga Anda memahami biaya transaksi, konversi mata uang, dan biaya penarikan tunai jika menggunakan ATM.

Kapan uang tunai tetap diperlukan?

Uang tunai berguna ketika jamaah berbelanja di tempat yang tidak menerima kartu, membutuhkan pecahan kecil, atau menghadapi gangguan pada metode pembayaran elektronik.

Itulah alasan kombinasi uang tunai dan kartu pembayaran dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel, selama jamaah memiliki akses yang aman terhadap keduanya.

Tips Menukar Rupiah ke Riyal Sebelum Berangkat

Penukaran uang sebaiknya dilakukan dengan perencanaan. Jangan menunggu sampai benar-benar membutuhkan uang tanpa mengetahui pilihan yang tersedia.

1. Bandingkan kurs dan biaya penukaran

Jangan hanya melihat angka kurs yang ditampilkan. Tanyakan berapa total Riyal yang akan diterima setelah memperhitungkan biaya atau komisi jika ada.

Kurs dapat berbeda antara bank dan penyedia penukaran uang. Nilainya juga dapat berubah dari waktu ke waktu.

2. Gunakan penyedia penukaran yang dapat diverifikasi

Pilih bank atau penyedia penukaran valuta asing yang legal dan dapat diverifikasi. Hindari menukar uang melalui pihak yang tidak jelas identitas maupun mekanisme transaksinya.

Simpan bukti transaksi agar Anda memiliki catatan jumlah uang dan kurs yang digunakan.

3. Periksa kembali uang yang diterima

Setelah transaksi, hitung uang yang diterima dan cocokkan dengan nominal pada bukti penukaran. Jika ada ketidaksesuaian, segera sampaikan kepada petugas sebelum meninggalkan lokasi.

4. Jangan menukar seluruh dana sekaligus tanpa perhitungan

Sesuaikan jumlah yang ditukar dengan perkiraan kebutuhan. Jika sebagian pengeluaran akan dibayar menggunakan kartu, Anda mungkin tidak perlu membawa seluruh anggaran dalam bentuk uang tunai.

Sebaliknya, pastikan uang tunai yang disiapkan tetap memadai untuk kebutuhan dasar dan kondisi darurat.

Apakah Sebaiknya Menukar Riyal di Indonesia atau Arab Saudi?

Keduanya dapat menjadi pilihan, bergantung pada kurs, biaya, ketersediaan pecahan, dan kemudahan akses.

Menukar sebagian uang sebelum keberangkatan dapat membantu jamaah menyiapkan uang tunai sejak awal. Dengan begitu, jamaah tidak harus langsung mencari tempat penukaran setelah tiba di Arab Saudi.

Penukaran di Arab Saudi juga dapat menjadi alternatif apabila dibutuhkan. Penukaran mata uang asing tersedia melalui bank dan penyedia penukaran di sejumlah lokasi, tetapi ketersediaan layanan, jam operasional, kurs, dan biaya dapat berbeda.

Strategi yang masuk akal adalah membandingkan pilihan yang tersedia dan menukar uang secukupnya sebelum berangkat. Jangan mengandalkan asumsi bahwa kurs di salah satu negara selalu lebih murah.

Untuk referensi umum bagi pengunjung Arab Saudi, Anda dapat membaca informasi mata uang melalui portal nasional pemerintah Arab Saudi.

Tips Aman Menyimpan Uang Selama Umroh

Selain menyiapkan jumlah dan pecahan uang, jamaah perlu memperhatikan cara menyimpannya. Perjalanan umroh melibatkan perpindahan antara bandara, hotel, tempat ibadah, kendaraan, dan lokasi kunjungan. Mengelola uang dengan rapi dapat membantu mengurangi risiko kehilangan.

  • Pisahkan uang tunai: jangan menempatkan seluruh uang di satu dompet atau satu tempat penyimpanan.
  • Simpan dana cadangan secara terpisah: gunakan tempat yang aman dan tidak mudah diakses orang lain.
  • Hindari memperlihatkan uang dalam jumlah besar: ambil uang secukupnya saat melakukan pembayaran.
  • Periksa kembali barang bawaan: terutama setelah berpindah kendaraan, keluar dari toko, atau meninggalkan area ramai.
  • Catat pengeluaran: gunakan catatan sederhana agar lebih mudah mengontrol anggaran.
  • Jaga kerahasiaan PIN: jangan membagikan PIN kartu atau kode keamanan kepada orang lain.
  • Simpan kontak bank: ketahui cara menghubungi bank jika kartu hilang atau terdapat transaksi yang tidak dikenali.

Jika bepergian bersama keluarga, sepakati siapa yang memegang dana bersama dan bagaimana pengeluaran dicatat. Cara ini dapat membantu menghindari kebingungan saat membutuhkan uang untuk keperluan rombongan.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menyiapkan Uang Riyal

Ada beberapa kesalahan sederhana yang dapat membuat pengelolaan uang selama umroh menjadi kurang nyaman.

Membawa hanya pecahan besar

Pecahan besar memang praktis untuk menyimpan nilai uang dalam jumlah tertentu, tetapi tidak selalu nyaman untuk transaksi kecil. Siapkan beberapa pecahan yang lebih rendah.

Menganggap semua pengeluaran sudah termasuk paket

Fasilitas berbeda menurut paket. Baca rincian perjalanan dan tanyakan apabila ada layanan yang belum jelas agar anggaran pribadi tidak meleset.

Mengandalkan kartu saja

Kartu dapat membantu, tetapi transaksi bisa ditolak karena batas penggunaan, kendala jaringan, atau merchant yang tidak menerima kartu tersebut. Uang tunai tetap berguna sebagai cadangan.

Menukar uang tanpa membandingkan kurs

Perbedaan kurs dan biaya dapat memengaruhi jumlah uang yang diterima. Bandingkan total hasil penukaran, bukan hanya angka kurs yang terlihat.

Tidak mencatat pengeluaran

Belanja kecil yang dilakukan berkali-kali dapat menumpuk. Catatan sederhana membantu jamaah mengetahui sisa anggaran dan menghindari penggunaan dana cadangan tanpa disadari.

Checklist Persiapan Uang Sebelum Berangkat Umroh

Gunakan daftar berikut sebelum meninggalkan rumah:

  • Memeriksa fasilitas yang sudah termasuk dalam paket umroh.
  • Menghitung kebutuhan pribadi selama perjalanan.
  • Menentukan jumlah uang tunai sesuai anggaran.
  • Menyiapkan kombinasi pecahan Riyal yang praktis.
  • Membandingkan kurs dan biaya penukaran.
  • Menyimpan bukti penukaran uang.
  • Memastikan kartu pembayaran dapat digunakan di luar negeri jika akan dibawa.
  • Memahami biaya transaksi dan penarikan tunai kartu.
  • Memisahkan uang harian dan dana cadangan.
  • Menyimpan uang dan kartu dengan aman.

Dengan persiapan ini, jamaah dapat lebih fokus menjalani perjalanan ibadah tanpa terlalu khawatir tentang kebutuhan pembayaran sehari-hari.

Jaringan Kantor PT Sahabat Dua Arah – Sadar Group

Calon jamaah yang ingin memperoleh informasi mengenai program perjalanan, fasilitas paket, dan persiapan keberangkatan bersama Sadar Group dapat menghubungi perusahaan melalui kanal resminya atau mengunjungi kantor berikut.

1. Kantor Pusat Sadar Group - Medan

PT Sahabat Dua Arah - Kantor Pusat

Jl. Panglima Denai No.80C,

Amplas, Kecamatan Medan Amplas,

Kota Medan, Sumatera Utara 20229.

2. Kantor Cabang Sadar Group - Batam

Sadar Group Batam

Tunas 1 Industrial Estate, Blok D No.4,

Belian, Kecamatan Batam Kota,

Kepulauan Riau 29444.

3. Kantor Area Jawa - Bogor

Sadar Group Bogor

Ruko Taman Topi Square,

Jl. Kapten Muslihat No.07,

RT.003/RW.001, Cibogor,

Kota Bogor, Jawa Barat.

Sebelum berkunjung, calon jamaah disarankan mengonfirmasi jadwal pelayanan melalui kanal resmi perusahaan.

FAQ Seputar Pecahan Uang Riyal untuk Umroh

1. Apa mata uang yang digunakan di Arab Saudi?

Mata uang resmi Arab Saudi adalah Saudi Riyal atau SAR. Satu Riyal terbagi menjadi 100 halala.

2. Pecahan uang Riyal apa yang sebaiknya dibawa untuk umroh?

Pecahan 5, 10, dan 50 Riyal praktis untuk berbagai kebutuhan harian. Pecahan 100 Riyal dapat digunakan untuk transaksi yang lebih besar. Sesuaikan kombinasi pecahan dengan kebutuhan dan ketersediaan uang.

3. Berapa Riyal yang harus dibawa saat umroh?

Tidak ada nominal wajib yang berlaku untuk semua jamaah. Hitung kebutuhan pribadi yang belum ditanggung paket, durasi perjalanan, rencana belanja, dan dana cadangan sesuai kemampuan.

4. Apakah uang 500 Riyal bisa digunakan untuk belanja?

Uang 500 Riyal merupakan pecahan uang kertas yang diterbitkan di Arab Saudi. Namun, untuk pembelian kecil, pecahan tersebut mungkin kurang praktis apabila merchant tidak memiliki uang kembalian yang cukup.

5. Apakah jamaah harus membawa uang tunai selama umroh?

Sebaiknya siapkan uang tunai secukupnya. Kartu pembayaran dapat digunakan di banyak merchant, tetapi penerimaannya bergantung pada lokasi, jenis kartu, dan ketentuan transaksi.

6. Apakah kartu debit Indonesia bisa digunakan di Arab Saudi?

Kartu tertentu dapat digunakan jika mendukung transaksi internasional dan diterima merchant atau ATM terkait. Periksa ketentuan bank penerbit, biaya transaksi, batas penggunaan, dan akses kartu sebelum keberangkatan.

7. Lebih baik menukar Riyal di Indonesia atau Arab Saudi?

Keduanya dapat menjadi pilihan. Bandingkan kurs, biaya, ketersediaan pecahan, dan kemudahan akses. Menukar sebagian uang sebelum berangkat dapat membantu menyiapkan uang tunai untuk kebutuhan awal.

8. Apakah Rupiah bisa digunakan untuk membayar belanja di Arab Saudi?

Riyal merupakan mata uang resmi untuk transaksi lokal. Jangan mengandalkan Rupiah untuk membayar langsung. Siapkan Riyal atau metode pembayaran lain yang diterima oleh merchant.

9. Apakah semua pecahan Riyal tersedia di tempat penukaran uang?

Tidak selalu. Ketersediaan pecahan bergantung pada stok penyedia penukaran. Tanyakan terlebih dahulu jika Anda membutuhkan kombinasi pecahan tertentu.

10. Bagaimana cara menjaga uang agar aman selama umroh?

Pisahkan uang harian dan dana cadangan, hindari memperlihatkan uang dalam jumlah besar, simpan kartu dengan aman, serta catat pengeluaran. Jangan menempatkan seluruh dana di satu tempat.

Siapkan Uang Riyal dengan Bijak Sebelum Berangkat

Persiapan uang merupakan bagian kecil tetapi penting dalam perjalanan umroh. Jamaah tidak harus membawa uang tunai sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah mengetahui kebutuhan pribadi, memahami fasilitas paket, menyiapkan pecahan yang praktis, dan memiliki metode pembayaran cadangan.

Pecahan 5, 10, dan 50 Riyal dapat membantu transaksi harian, sedangkan pecahan lebih besar dapat disiapkan sesuai kebutuhan. Bandingkan kurs sebelum menukar uang, pahami biaya kartu, dan simpan dana dengan aman selama perjalanan.

Dengan perencanaan yang baik, jamaah dapat mengatur pengeluaran secara lebih terarah dan meminimalkan kerepotan saat berada di Tanah Suci.

Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan umroh, konsultasikan program, fasilitas paket, dan persiapan keberangkatan bersama Sadar Group. Tim kami dapat membantu memberikan informasi mengenai program perjalanan yang tersedia sehingga Anda bisa mempersiapkan kebutuhan dengan lebih matang.

Kunjungi Website Resmi Sadar Group untuk Mendapatkan Informasi Perjalanan Umroh


Sumber dan Referensi: