Bagi setiap umat Muslim yang menjejakkan kaki di kota suci Madinah Al-Munawwarah, berziarah ke Masjid Nabawi selalu menyisakan kerinduan mendalam yang menggetarkan sanubari. Di dalam masjid yang penuh berkah dan ketenangan ini, terdapat satu area paling mulia yang selalu dipadati oleh jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia, yaitu Raudhah Asy-Syarifah atau Taman Surga.


Menunaikan shalat sunnah, memanjatkan doa hajat, berdzikir, serta menyampaikan salam cinta kepada Baginda Rasulullah SAW beserta dua sahabat agungnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhuma persis di samping makam mulia beliau adalah dambaan spiritual terbesar bagi setiap jamaah umroh. Namun, demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan jutaan peziarah, Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi telah memberlakukan sistem perizinan resmi berbasis digital melalui aplikasi Nusuk. Menguasai tata cara reservasi jadwal tasrih di aplikasi Nusuk, memahami batasan waktu kunjungan, serta mempraktikkan adab-adab syar'i saat berada di Raudhah merupakan bekal mutlak agar ibadah di taman surga tersebut berjalan khusyuk, sah, dan terhindar dari kekeliruan manasik.


Ringkasan Artikel: Panduan komprehensif manasik ziarah haramain persembahan biro perjalanan umroh resmi PT Sahabat Dua Arah melalui portal resmi ini membedah tuntas keutamaan dan adab beribadah di Raudhah Masjid Nabawi beserta panduan teknisnya. Pembahasan mengulas dalil hadits shahih mengenai kedudukan Raudhah sebagai taman surga dan tempat mustajab berdoa, panduan langkah demi langkah pendaftaran dan booking jadwal masuk via aplikasi Nusuk bagi jamaah pria dan wanita, zonasi pintu masuk resmi, adab bersalam kepada Rasulullah SAW dan para sahabat tanpa berbuat ghuluw, hingga alamat kantor resmi Sadar Group di Medan, Bogor, dan Batam.

Kedudukan Agung Raudhah Berdasarkan Hadits Shahih

Kemuliaan area Raudhah di dalam Masjid Nabawi ditegaskan langsung oleh lisan suci Rasulullah SAW dalam sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

"Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga, dan mimbarku berada di atas telagaku." (HR. Bukhari No. 1196 dan Muslim No. 1391).

Para ulama memberikan tiga penafsiran mendalam mengenai makna taman surga dalam hadits tersebut:

  • Tempat Diturunkannya Rahmat dan Ketenangan: Beribadah, shalat, dan berdzikir di area ini mendatangkan limpahan rahmat, ampunan, dan ketenteraman batin yang menyerupai kenikmatan surga.
  • Penyebab Masuk Surga: Ibadah yang dikerjakan secara ikhlas di tempat ini menjadi wasilah bagi seorang hamba untuk dimasukkan ke dalam surga Allah SWT.
  • Bagian Fisik Surga Hakiki: Sebagian ulama berpendapat bahwa bidang tanah tersebut kelak pada hari kiamat akan diangkat dan dipindahkan secara fisik oleh Allah SWT menjadi bagian dari surga yang abadi.

Mengenal Ciri dan Batas Wilayah Raudhah

Secara geografis di dalam Masjid Nabawi lama, Raudhah membentang dari arah timur yaitu makam Rasulullah SAW (dahulu merupakan kamar Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha) hingga ke arah barat yaitu mimbar Rasulullah SAW. Luas area Raudhah sekitar 330 meter persegi dengan panjang 22 meter dan lebar 15 meter.

Bagi jamaah yang baru pertama kali mengunjungi Masjid Nabawi, area Raudhah sangat mudah dikenali melalui ciri visual karpetnya:

  • Warna Karpet Raudhah: Seluruh lantai area Raudhah dihampari karpet berwarna hijau muda bermotif floral yang indah.
  • Warna Karpet Masjid Nabawi Umum: Area masjid lainnya di luar Raudhah menggunakan karpet tebal berwarna merah marun.
  • Pilar-Pilar Bersejarah: Di dalam Raudhah terdapat tiang-tiang pualam putih berlapis ornamen emas yang menyimpan sejarah agung, seperti Tiang Aisyah (Usthawanah Aisyah), Tiang Taubat (Abu Lubabah), Tiang Tempat Tidur Nabi (As-Sarir), Tiang Delegasi (Al-Wufud), dan Tiang Pengawal (Al-Haras).

Panduan Lengkap Reservasi Izin Masuk via Aplikasi Nusuk

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mewajibkan setiap jamaah umroh untuk memiliki surat izin resmi (tasrih) yang diterbitkan melalui aplikasi resmi Nusuk (sebelumnya bernama Eatmarna). Tanpa barcode izin resmi pada aplikasi Nusuk, petugas keamanan (askar) Masjid Nabawi tidak akan mengizinkan jamaah masuk ke antrean Raudhah.

Berikut adalah panduan praktis pendaftaran dan reservasi tiket Raudhah di aplikasi Nusuk:

  1. Unduh dan Pasang Aplikasi: Unduh aplikasi resmi Nusuk di Google Play Store atau Apple App Store pada ponsel pintar Anda.
  2. Pilih Bahasa dan Kategori Pengguna: Pilih opsi bahasa (tersedia Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia), lalu pilih kategori Visitor (Pengunjung Asing).
  3. Masukkan Data Paspor dan Visa Umroh: Masukkan nomor paspor, nomor visa umroh resmi, tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor telepon aktif, dan alamat email yang valid. Buatlah kata sandi yang aman.
  4. Aktivasi Kode OTP: Masukkan 4 digit kode verifikasi (OTP) yang dikirimkan ke alamat email Anda untuk menyelesaikan aktivasi akun.
  5. Pilih Menu Praying in the Noble Rawdah: Masuk ke halaman beranda aplikasi, pilih menu berdoa di Raudhah (Noble Rawdah). Anda akan melihat dua pilihan layanan terpisah: satu untuk jamaah pria (Noble Rawdah Men) dan satu untuk jamaah wanita (Noble Rawdah Women).
  6. Pilih Nama Jamaah dan Tanggal Kunjungan: Centang nama akun Anda (atau tambahkan anggota keluarga dalam satu rombongan visa), lalu pilih tanggal kalender yang bertanda hijau (kuota tersedia). Hindari warna merah (kuota penuh) atau abu-abu (belum dibuka).
  7. Pilih Jam Waktu (Time Slot): Pilih rentang jam kunjungan yang paling ideal, centang persetujuan instruksi kesehatan dan keselamatan, lalu klik tombol Issue Permit.
  8. Simpan Barcode Izin Masuk: Barcode resmi tasrih akan terbit. Simpan tangkapan layar (screenshot) barcode tersebut pada galeri ponsel Anda untuk ditunjukkan kepada petugas askar di pintu pemeriksaan.

Aturan Jeda Waktu Reservasi Nusuk

Sesuai regulasi terbaru otoritas Haramain, setiap individu jamaah hanya diberikan izin melakukan reservasi masuk ke Raudhah sebanyak 1 kali dalam kurun waktu 365 hari (satu tahun sekali). Oleh karena itu, pilihlah jadwal waktu dengan sangat cermat dan jangan sampai terlambat hadir pada jam yang telah ditentukan agar izin tersebut tidak hangus.

Jalur Masuk dan Waktu Kunjungan Jamaah Pria dan Wanita

Otoritas Masjid Nabawi memisahkan secara ketat jalur antrean, pintu masuk, dan jadwal operasional kunjungan Raudhah antara pria dan wanita demi menjaga kenyamanan serta syariat:

1. Jadwal dan Pintu Masuk Jamaah Pria

Jamaah pria umumnya diarahkan mengantre melalui pelataran halaman selatan, tepatnya di sekitar Pintu Babus Salam (Pintu 1) atau jalur antrean Pintu Bilal bin Rabah. Jadwal kunjungan pria dibuka pada dua sesi utama:

  • Sesi Pagi Dini Hari: Mulai tengah malam pukul 00.30 hingga menjelang waktu shalat Subuh.
  • Sesi Siang: Mulai ba'da shalat Dzuhur hingga menjelang waktu shalat Ashar atau Isya.

2. Jadwal dan Pintu Masuk Jamaah Wanita

Area antrean jamaah wanita dipusatkan di pelataran halaman utara dan timur laut Masjid Nabawi, tepatnya melalui Pintu Bab Utsman bin Affan (Pintu 24 atau 25). Akses dibuka khusus dalam kelompok rombongan negara dengan jadwal teratur:

  • Sesi Pagi: Mulai ba'da shalat Subuh (sekitar pukul 06.00) hingga pukul 11.00 siang.
  • Sesi Malam: Mulai ba'da shalat Isya (sekitar pukul 21.30) hingga pukul 00.00 tengah malam.

Adab dan Panduan Ibadah Saat Berada di Dalam Raudhah

Mengingat alokasi waktu yang diberikan oleh petugas askar di dalam area karpet hijau Raudhah sangat terbatas (rata-rata berkisar antara 10 hingga 15 menit per kloter), manfaatkan setiap detik emas tersebut dengan penuh adab dan kekhusyukan:

  1. Melangkah Masuk dengan Ketenangan dan Khusyuk: Hindari berlari tergesa-gesa, saling serobot, atau menyakiti sesama jamaah saat pintu penyekat dibuka. Masuklah dengan mendahulukan kaki kanan seraya membaca doa masuk masjid.
  2. Menunaikan Shalat Sunnah: Segera cari ruang saf yang lapang di atas karpet hijau untuk mendirikan shalat sunnah tahiyyatul masjid atau shalat sunnah mutlak sebanyak dua rakaat. Lakukan shalat dengan tuma'ninah dan hindari gerakan tergesa-gesa.
  3. Memperbanyak Sujud dan Doa Hajat: Manfaatkan momen sujud terakhir untuk memohon segala hajat terbaik dunia dan akhirat, memohon ampunan dosa diri, orang tua, anak-anak, dan kaum Muslimin. Raudhah adalah salah satu tempat paling mustajab di muka bumi di mana doa-doa diijabah oleh Allah SWT.
  4. Menyampaikan Salam kepada Rasulullah SAW dan Sahabat: Setelah selesai berdoa, berjalanlah perlahan menuju arah makam Nabi SAW di sisi timur seraya menghadap ke arah dinding makam dengan penuh rasa takzim dan merendahkan suara. Ucapkan salam yang diajarkan sunnah: Assalaamu 'alaika yaa Rasuulallaah, wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Kemudian bergeser satu langkah ke kanan untuk bersalam kepada Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, lalu bergeser satu langkah lagi untuk bersalam kepada Sayyidina Umar bin Khattab.
  5. Menjaga Akidah dari Ghuluw (Kelebihan Melampaui Batas): Jangan mengusap-usap dinding teralis makam, mencium kisi-kisi besi, menempelkan kain pakaian, atau berbalik membelakangi kiblat saat berdoa memohon hajat. Doa memohon pertolongan wajib diarahkan semata-mata menghadap kiblat kepada Allah SWT, bukan ditujukan kepada makam.
  6. Keluar dengan Tertib dan Memberi Kesempatan Jamaah Lain: Begitu waktu kunjungan selesai dan petugas askar mengarahkan jamaah untuk bergeser keluar melalui Pintu Baqi, patuhi arahan tersebut dengan lapang dada agar saudara Muslim lainnya dari berbagai belahan dunia mendapatkan hak yang sama untuk beribadah di taman surga.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

  • Apakah masuk ke Raudhah dikenakan biaya tiket?

Sama sekali gratis! Izin tasrih masuk ke Raudhah melalui aplikasi resmi Nusuk tidak dipungut biaya sepeser pun oleh Pemerintah Arab Saudi. Waspadalah terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang memperjualbelikan jadwal tasrih palsu.

  • Bagaimana jika jamaah lansia kesulitan mengoperasikan aplikasi Nusuk di ponselnya?

Bagi jamaah yang bepergian bersama PT Sahabat Dua Arah (Sadar Group), Anda tidak perlu khawatir. Tim pembimbing ibadah dan staf operasional Sadar Group di Madinah akan memfasilitasi pendampingan akun Nusuk setiap jamaah lansia dari awal hingga tuntas.

  • Apakah boleh mengambil foto dan video saat berada di dalam Raudhah?

Petugas keamanan Masjid Nabawi sangat melarang keras penggunaan tongkat swafoto (selfie stick) dan aktivitas perekaman video yang berlebihan karena mengganggu kekhusyukan jamaah lain yang sedang shalat. Fokuskan seluruh hati dan pikiran Anda murni untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT.

Kesimpulan dan Nikmati Ibadah Khusyuk di Haramain Bersama Sadar Group

Menjejakkan kaki di Raudhah Asy-Syarifah adalah anugerah spiritual luar biasa yang tidak ternilai harganya. Melalui persiapan teknis reservasi aplikasi Nusuk yang cermat, pemahaman rute pintu masuk, serta adab ibadah yang sesuai dengan tuntunan sunnah, momen bersujud di taman surga dunia ini akan menjadi memori terindah yang membekas manis di relung jiwa Anda seumur hidup. Bersama biro perjalanan resmi berizin PPIU PT Sahabat Dua Arah (Sadar Group), Anda akan mendapatkan fasilitas bimbingan manasik intensif, pendampingan tasrih resmi haramain, serta pengawalan ziarah bersejarah oleh para muthawif bersertifikasi. Kunjungi kantor resmi PT Sahabat Dua Arah sekarang juga untuk memilih paket umroh terbaik, konsultasi pendaftaran, serta kemudahan program pembiayaan syariah bersama Sadar Group.


WUJUDKAN IMPIAN BERIBADAH DI RAUDHAH BERSAMA SADAR GROUP

Tersedia paket umroh reguler, plus, pendampingan tasrih resmi Nusuk, dan bimbingan manasik sesuai sunnah bersama PPIU Terakreditasi A.


Alamat PT. Sahabat Dua Arah

  • Kantor Pusat: Jl. Panglima Denai No 80 C Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara
  • Kantor Area Jawa: Ruko Taman Topi Square, Jl. Kapten Muslihat No 07 RT 003/RW 001, Cibogor, Kota Bogor, Jawa Barat
  • Kantor Cabang Kepulauan Riau: Tunas 1 Industrial Estate, Blok D No 4 Belian, Kec. Batam Kota, Kepulauan Riau