Bagi setiap jamaah yang sedang menunaikan rangkaian ibadah haji maupun umroh di tanah suci, kota suci Madinah Al-Munawwarah selalu menghadirkan pesona ketenangan batin yang tiada tara. Selain Masjid Nabawi yang menjadi pusat peribadatan utama, salah satu destinasi ziarah luar yang memiliki nilai historis dan keutamaan pahala paling agung adalah Masjid Quba.


Terletak di kawasan perkebunan kurma yang asri di pinggiran kota Madinah, bangunan putih megah ini menorehkan sejarah monumental sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Baginda Rasulullah SAW bersama kaum Muhajirin dan Anshar saat peristiwa hijrah agung pada tahun 622 Masehi.

Berziarah ke Masjid Quba bukan sekadar menyaksikan keindahan arsitektur Islam, melainkan menghidupkan salah satu sunnah utama Rasulullah SAW yang menjanjikan ganjaran pahala yang sangat fantastis bagi siapa saja yang bersuci dari tempat tinggalnya lalu mendirikan shalat di dalamnya. Menguasai sejarah berdirinya, memahami dalil keutamaannya, serta mempraktikkan rute dan adab ziarah yang benar merupakan bekal penting bagi jamaah agar setiap langkah ibadah di haramain bernilai sempurna di sisi Allah SWT.


Ringkasan Artikel: Panduan edukasi sejarah Islam dan manasik ziarah haramain persembahan biro perjalanan umroh resmi PT Sahabat Dua Arah ini mengulas tuntas sejarah Masjid Quba dan keutamaan shalat di dalamnya yang setara dengan pahala ibadah umroh. Pembahasan mencakup kronologi peristiwa peletakan batu pertama oleh Nabi SAW, pujian Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 108 mengenai masjid yang dibangun di atas dasar takwa, dalil hadits shahih ganjaran pahala umroh, rute transportasi dari Masjid Nabawi termasuk fasilitas jalur pejalan kaki pedestrian modern (Quba Avenue), adab syar'i bersuci dan shalat sunnah, hingga informasi alamat kantor resmi Sadar Group di Medan, Bogor, dan Batam.

Sejarah Berdirinya Masjid Quba: Titik Awal Peradaban Islam di Madinah

Kisah berdirinya Masjid Quba berakar kuat pada momen hijrah Rasulullah SAW dan sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq dari Makkah menuju Madinah. Setelah menempuh perjalanan gurun yang berbahaya dan penuh rintangan selama berhari-hari untuk menghindari kejaran kaum musyrikin Quraisy, Rasulullah SAW akhirnya tiba di sebuah desa kecil bernama Quba pada hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awwal tahun 1 Hijriah.

Di desa yang subur dengan pepohonan kurma ini, Rasulullah SAW singgah dan menginap selama kurang lebih empat hari di kediaman sahabat mulia Kultsum bin Hadam radhiyallahu 'anhu. Sebelum beliau melanjutkan perjalanan masuk ke pusat kota Madinah, langkah pertama yang beliau ambil adalah membangun sebuah rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat dan simbol persaudaraan kaum beriman.

Rasulullah SAW turun tangan langsung mengangkut batu-batu besar bersama para sahabat Muhajirin dan Anshar. Beliau meletakkan batu pertama di arah kiblat, kemudian disusul oleh batu yang diletakkan oleh Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhum. Keringat dan kebersamaan kaum Muslimin di desa Quba tersebut menjadi tonggak awal berdirinya masjid pertama dalam sejarah peradaban Islam yang dibangun atas pondasi ketakwaan yang murni.

Pujian Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah Ayat 108

Kemuliaan niat dan kesucian pondasi Masjid Quba diabadikan secara langsung oleh Allah SWT di dalam Al-Qur'anul Karim. Allah menurunkan firman-Nya dalam Surat At-Taubah ayat 108 sebagai bantahan tegas terhadap orang-orang munafik yang membangun Masjid Dhirar untuk memecah belah kaum Muslimin:

"Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS. At-Taubah: 108).

Ayat ini menegaskan bahwa keagungan sebuah masjid bukan terletak pada kemewahan dekorasi fisiknya, melainkan pada ketakwaan orang-orang yang mendirikannya serta kebersihan lahir dan batin dari jamaah yang beribadah di dalamnya.

Keutamaan Shalat di Masjid Quba: Bernilai Pahala Satu Kali Ibadah Umroh

Salah satu fadhilah (keutamaan) terbesar yang paling dicari oleh para peziarah di kota Madinah adalah ganjaran pahala yang dijanjikan bagi orang yang menunaikan shalat di Masjid Quba. Keutamaan ini disandarkan langsung pada sabda Baginda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadits mu'tabar:

Dari sahabat Sahl bin Hunaif radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu mendirikan shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umroh." (HR. Ibnu Majah No. 1412, An-Nasa'i No. 699, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Dalam riwayat lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, disebutkan pula rutinitas mingguan Baginda Nabi SAW:

"Dahulu Rasulullah SAW biasa mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik dengan berjalan kaki maupun berkendara, lalu beliau mendirikan shalat dua rakaat di dalamnya." (HR. Bukhari No. 1193 dan Muslim No. 1399).

Para ulama fiqih menjelaskan bahwa pahala yang menyerupai ibadah umroh tersebut didapatkan dengan memenuhi dua syarat pokok yang disebutkan dalam nash hadits: bersuci secara sempurna dari tempat tinggal (kamar hotel) sebelum berangkat, kemudian langsung menuju Masjid Quba untuk mendirikan shalat sunnah maupun fardhu.

Transformasi Arsitektur Masjid Quba dari Masa ke Masa

Pada awal pembangunannya di zaman Nabi SAW, Masjid Quba memiliki struktur yang sangat bersahaja dengan dinding bata tanah liat yang dikeringkan, atap dari pelepah daun kurma, serta tiang penopang dari batang pohon kurma. Namun, seiring bertambahnya populasi umat Islam dan perluasan wilayah kekhilafahan, Masjid Quba mengalami serangkaian renovasi dan ekspansi besar-besaran:

  • Era Khalifah Utsman bin Affan: Memperbarui bangunan masjid dengan batu kapur berukir dan memperluas daya tampungnya.
  • Era Khalifah Umar bin Abdul Aziz: Menambahkan menara masjid pertama, merancang halaman terbuka (sahn), serta mempercantik pilar-pilar batu.
  • Era Kerajaan Arab Saudi Modern: Di bawah arahan Raja Fahd bin Abdul Aziz pada tahun 1986, Masjid Quba dibangun kembali secara megah dengan mempertahankan nuansa arsitektur tradisional Madinah. Masjid ini dilengkapi dengan 4 menara setinggi 47 meter, 6 kubah besar berdiameter 12 meter, serta 56 kubah kecil, sehingga sanggup menampung lebih dari 20.000 jamaah.
  • Proyek Ekspansi Raja Salman (King Salman Expansion): Pada tahun 2022, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengumumkan proyek perluasan terbesar sepanjang sejarah Masjid Quba. Proyek ini melipatgandakan luas area masjid hingga mencapai 50.000 meter persegi dengan kapasitas tampung fantastis hingga 66.000 jamaah, menjadikannya salah satu kompleks peribadatan terluas di Madinah.

Panduan Rute Transportasi dan Fasilitas Jalur Pedestrian Quba Avenue

Masjid Quba terletak sekitar 3 sampai 3,5 kilometer di sebelah barat daya Masjid Nabawi. Untuk menuju ke sana, jamaah memiliki beberapa pilihan moda transportasi yang sangat nyaman:

1. Berjalan Kaki Melalui Quba Walkway (Quba Avenue)

Pemerintah kota Madinah telah membangun jalur khusus pejalan kaki (pedestrian) yang sangat megah dan asri yang menghubungkan pelataran selatan Masjid Nabawi langsung menuju pelataran Masjid Quba. Jalur sepanjang kurang lebih 3 kilometer ini bebas dari kendaraan bermotor, dilengkapi lantai marmer yang teduh, pepohonan kurma buatan, lampu penerangan yang artistik, kursi-kursi istirahat, serta deretan kafe dan toko kurma. Berjalan santai di jalur ini di waktu pagi atau sore hari memakan waktu sekitar 35 hingga 45 menit, menjadi sarana napak tilas fisik yang sangat menyenangkan meniru jejak langkah Rasulullah SAW.

2. Menggunakan Mobil Golf Listrik (Golf Cart Shuttle)

Bagi jamaah lansia, anak-anak, atau jamaah yang tidak memiliki stamina cukup untuk berjalan kaki, pengelola haramain menyediakan armada mobil golf listrik terbuka di sepanjang jalur Quba Avenue dengan tarif tiket yang sangat terjangkau. Perjalanan dengan mobil listrik hanya memakan waktu sekitar 10 sampai 15 menit.

3. Bus Pariwisata Resmi Sadar Group atau Taksi Kota

Dalam rangkaian agenda resmi paket umroh PT Sahabat Dua Arah, seluruh jamaah difasilitasi transportasi bus pariwisata ber-AC kelas eksekutif yang membawa rombongan langsung dari lobi hotel menuju pelataran parkir Masjid Quba sebagai bagian dari agenda City Tour Madinah.

Panduan Tata Cara Ibadah dan Adab Syar'i di Masjid Quba

Agar keutamaan pahala setara umroh dapat diraih secara sempurna tanpa cela, berikut adalah panduan adab dan tata cara yang wajib dipraktikkan:

  1. Berwudhu Sempurna Sejak dari Hotel: Sesuai dengan bunyi teks hadits, berwudhulah secara sempurna di kamar hotel Anda di Madinah sebelum melangkahkan kaki menuju Masjid Quba. Jika wudhu Anda batal di perjalanan, perbarui wudhu Anda di tempat wudhu yang tersedia di area masjid.
  2. Menjaga Niat Murni Ibadah: Luruskan niat semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT dan menghidupkan sunnah Rasul-Nya, bukan demi kepentingan konten media sosial semata.
  3. Mendirikan Shalat Sunnah: Setibanya di dalam ruang shalat Masjid Quba, segera laksanakan shalat sunnah minimal dua rakaat (bisa diniatkan shalat sunnah tahiyyatul masjid atau shalat sunnah mutlak). Apabila kedatangan Anda bertepatan dengan waktu shalat fardhu berjamaah, maka shalat fardhu tersebut sudah mencakup keutamaan yang dijanjikan.
  4. Memperbanyak Dzikir dan Doa Kebaikan: Duduklah dengan tenang seraya memanjatkan doa-doa hajat terbaik untuk diri sendiri, keluarga, serta seluruh kaum Muslimin, karena tempat ibadah yang dibangun atas dasar takwa merupakan salah satu tempat mustajab terkabulnya doa.
  5. Menjaga Ketertiban dan Kebersihan: Hormati sesama jamaah yang sedang shalat, jangan berbicara dengan suara keras, serta jaga kebersihan karpet dan pelataran masjid dari sampah tisu atau botol air.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

  • Apakah keutamaan shalat di Masjid Quba hanya berlaku pada hari Sabtu saja?

Tidak. Hari Sabtu adalah waktu yang paling diutamakan (afdhal) karena mengikuti kebiasaan rutin Rasulullah SAW. Namun, keutamaan memperoleh pahala setara umroh berlaku umum di hari apa saja (Senin sampai Ahad), sebagaimana keumuman lafaz hadits dari Sahl bin Hunaif radhiyallahu 'anhu.

  • Berapa rakaat shalat yang harus dikerjakan di Masjid Quba untuk mendapatkan pahala umroh?

Minimal dua rakaat shalat sunnah dengan tuma'ninah. Jamaah diperbolehkan menambah jumlah rakaat shalat sunnah sesuai dengan kelapangan waktu yang dimiliki.

  • Apakah wanita yang sedang berhalangan (haid) tetap boleh berziarah ke Masjid Quba?

Wanita yang sedang haid dilarang masuk dan berdiam diri di dalam ruang utama shalat masjid. Namun, jamaah wanita yang sedang berhalangan tetap diperbolehkan berada di area pelataran luar atau taman terbuka Masjid Quba untuk mendengarkan sirah nabawiyah dan berdoa.

Kesimpulan dan Wujudkan Perjalanan Umroh Penuh Berkah Bersama Sadar Group

Menjejakkan kaki di Masjid Quba menghadirkan getaran keimanan yang luar biasa tentang bagaimana sebuah peradaban besar dimulai dari kesederhanaan, keikhlasan, dan ketakwaan yang kokoh. Meraih pahala setara satu kali ibadah umroh hanya dengan bersuci dan mendirikan shalat dua rakaat di dalamnya adalah karunia agung yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap jamaah yang berkunjung ke Madinah. Percayakan perjalanan ibadah suci Anda ke haramain bersama biro travel resmi berizin PPIU PT Sahabat Dua Arah (Sadar Group). Kunjungi kantor resmi PT Sahaabt Dua Arah sekarang juga untuk memilih paket keberangkatan idaman, fasilitas ziarah sejarah lengkap bersama muthawif bersertifikasi, serta kemudahan program tabungan dan pembiayaan umroh syariah.


NIKMATI ZIARAH SEJARAH DAN KEKHUSYUKAN IBADAH BERSAMA SADAR GROUP

Tersedia paket umroh reguler & plus ziarah haramain lengkap, bimbingan manasik sesuai sunnah, dan fasilitas hotel dekat masjid berizin resmi Kemenag RI.


Alamat PT. Sahabat Dua Arah

  • Kantor Pusat: Jl. Panglima Denai No 80 C Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara
  • Kantor Area Jawa: Ruko Taman Topi Square, Jl. Kapten Muslihat No 07 RT 003/RW 001, Cibogor, Kota Bogor, Jawa Barat
  • Kantor Cabang Kepulauan Riau: Tunas 1 Industrial Estate, Blok D No 4 Belian, Kec. Batam Kota, Kepulauan Riau